Archive

Archive for the ‘Seksualitas’ Category

Facebook Merubah Cara Kita Berinteraksi

April 25, 2009 10 komentar

Oleh: Husnul Muttaqin

Dua hal merubah cara manusia berinteraksi: internet dan HP. (Kita bahas internet saja ya).

Selain software2 live chat seperti mIRC dan beberapa jenis messenger (Yahoo Messenger, Google Talk, dll), facebook muncul sebagai ikon baru persahabatan di dunia maya. Ini belum ditambah dengan beberapa situs jejaring sosial lain seperti friendster atau myspace. Agak berbeda dengan mIRC dan messenger yang tingkat keanoniman para penggunanya sangat tinggi, facebook relatif lebih menekankan keaslian identitas para penggunanya. Ini karena di facebook, orang ingin bertemu dengan teman-teman lamanya yang sudah lama berpisah. Karena itu, identitas menjadi penting, setidaknya nama dan gambar diri.

Ini berbeda dengan mIRC yang hanya memakai nick/alias sebagai identitas dalam aktifitas chatting para penggunanya. Karena tingkat ke-anonim-annya sangat tinggi, kita tidak pernah benar-benar tahu dengan siapa kita ngobrol saat menggunakan mIRC. Bahkan, setiap orang bisa mengaku sebagai wanita tanpa ada yang tahu bahwa sejatinya dia adalah makhluk berpedang. :). Coba saja baca nick-nick ini: co_cr_ce, co_yogya, satria_baja_hitam, ce_sexy, ce_imutz, cr_tmn_curhat, co_tajir, gibran dan segudang nick lain yang tidak pernah jelas siapa pemiliknya. Baca selanjutnya…

Antara Sex, Birahi Dan Cinta

Desember 21, 2008 7 komentar

Antara Sex, Birahi Dan Cinta
Oleh: Husnul Muttaqin

Ketika judul di atas terlintas di kepala, saya membayangkan terjadinya sebuah dialog hangat antara seorang dokter, filosof, sufi dan seorang mahasiswa. Kata sang filosof: ”Sex, birahi dan cinta adalah insting dasar manusia yang luhur”. Tak mau kalah sufi kita bertutur dengan penuh penghayatan: “Di dalam birahi, sex dan cinta aku bertemu dengan Tuhan”. Sang dokter lalu menimpali: “Birahi merupakan gejolak yang muncul akibat rangsangan yang ditimbulkan oleh reaksi hormon-hormon kedewasaan. Melalui birahi, hubungan seksual menjadi mungkin”. “Cinta? Apa ya?”, dokter kita kebingungan. Giliran mahasiswa, dia berkata dengan sangat meyakinkan: “Sex, birahi dan cinta adalah nama lain dari ranjang !”

Saya tidak tahu apakah akan banyak guna untuk mendefinisikan sex, birahi dan cinta. Kalau toh iya, definisinya bisa jadi sebanyak kepala manusia yang masing-masing punya pengalaman dan penghayatan tersendiri tentang sex, birahi dan cinta. Jika tidak, barang kali manusia memang tidak butuh definisi untuk bisa mengalami. Tapi biar bagaimanapun, tahu jauh lebih baik dari pada tidak. Setidaknya, ketika kita bertanya apa itu sex, birahi dan cinta, kita tahu apakah ketiganya memang hanya berhubungan dengan ranjang? Baca selanjutnya…

Kategori:Refleksi, Seksualitas Tag:, ,

Menyoal Kembali Budaya Seks Mahasiswa

Desember 21, 2008 Komentar dimatikan

Oleh: Husnul Muttaqin

Ditulis sekitar tahun 2002

Tulisan ini tidak hendak berbicara tentang angka atau prosentase tentang perilaku seks mahasiswa yang sering kali mencengangkan kita. Angka-angka itu sudah cukup membuat banyak pihak kebakaran jenggot, seperti penelitian Iip Wijayanto yang kemudian memicu kontroversi sengit, bahkan cenderung tidak sehat, mengancam kebebasan ilmiah dalam dunia penelitian. Dengan asumsi bahwa realitas freesex di kalangan terpelajar (mahasiswa) memang tidak dapat dipungkiri keberadaaannya, berapapun prosentase yang anda setujui, saya ingin mengajak pembaca untuk sedikit melakukan refleksi ringan atas dunia yang selama ini dipandang luhur: dunia pendidikan, dunia mahasiswa yang mewakili idealisme dan keberpihakan terhadap nilai-nilai luhur kebenaran dan moral

Seks memang sebuah misteri yang tak kunjung terpecahkan sepanjang sejarah manusia. Dahulu, seks dipandang misterius karena “dikamartidurkan”, diselimuti tanda tanya dan ketidakjelasan. Tapi publikasi wacana seks ternyata bahkan semakin mengukuhkan status misterinya. Fenomena cybersex barang kali adalah puncak absurditas perilaku seksual manusia yang sangat tidak masuk akal. Bayangkan saja, seks ditransformasikan melalui jaringan kabel dan komputer yang membentuk dunia maya (virtual reality). Mungkin karena sifat misterinya, maka ketika fakta-fakta terkuak, banyak yang tercengang, terheran-heran, tidak percaya. Demikianlah yang terjadi ketika fakta-fakta di seputar seks bebas di kalangan mahasiswa terungkap, banyak yang terperanjat. Baca selanjutnya…

%d blogger menyukai ini: