Arsip

Archive for the ‘Obrolan Ringan’ Category

Facebook Sejuta Rasa (Hidup di Jagad Cyber: Versi Guyonan)

Desember 18, 2010 2 komentar

by: Husnul Muttaqin

(Ini versi guyonan dari tulisan Hidup di Jagad Cyber. InsyaAllah akan ada tiga versi: Versi guyonan, versi agak serius dan versi serius. hehehehe.)

Perilaku orang di facebook itu macam-macam. Ada yang paling demen berpuisi. Ada yang suka curhat tentang kegundahan hatinya. Ada yang selalu terbayang dengan facebook, sampai-sampai saat sholat pun komentar teman-temannya di facebook masih terngiang-ngiang. Baca selanjutnya…

Facebook Merubah Cara Kita Berinteraksi

April 25, 2009 10 komentar

Oleh: Husnul Muttaqin

Dua hal merubah cara manusia berinteraksi: internet dan HP. (Kita bahas internet saja ya).

Selain software2 live chat seperti mIRC dan beberapa jenis messenger (Yahoo Messenger, Google Talk, dll), facebook muncul sebagai ikon baru persahabatan di dunia maya. Ini belum ditambah dengan beberapa situs jejaring sosial lain seperti friendster atau myspace. Agak berbeda dengan mIRC dan messenger yang tingkat keanoniman para penggunanya sangat tinggi, facebook relatif lebih menekankan keaslian identitas para penggunanya. Ini karena di facebook, orang ingin bertemu dengan teman-teman lamanya yang sudah lama berpisah. Karena itu, identitas menjadi penting, setidaknya nama dan gambar diri.

Ini berbeda dengan mIRC yang hanya memakai nick/alias sebagai identitas dalam aktifitas chatting para penggunanya. Karena tingkat ke-anonim-annya sangat tinggi, kita tidak pernah benar-benar tahu dengan siapa kita ngobrol saat menggunakan mIRC. Bahkan, setiap orang bisa mengaku sebagai wanita tanpa ada yang tahu bahwa sejatinya dia adalah makhluk berpedang. :). Coba saja baca nick-nick ini: co_cr_ce, co_yogya, satria_baja_hitam, ce_sexy, ce_imutz, cr_tmn_curhat, co_tajir, gibran dan segudang nick lain yang tidak pernah jelas siapa pemiliknya. Baca selanjutnya…

Golput kok Dimaki-Maki!

Desember 28, 2008 5 komentar

— Husnul Muttaqin —

(Ini obrolan ringan saja, jadi kalau ada bahasa-bahasa yang agak disangat-sangatkan, harap maklumlah, gak usah tersinggung!. Mari kita mulai ngobrol!)

Saya bener-bener gak habis pikir, apa sih yang ada di kepala si Hidayat Nurwahid sampai-sampai merasa perlu untuk meminta fatwa haram golput pada MUI?

Ketika kita memutuskan untuk tidak menjatuhkan pilihan pada pilihan-pilihan yang telah disediakan seakan-akan kita bertindak subversif, berbahaya bagi kelangsungan kita sebagai bangsa. Ini karena kita begitu ketakutan dengan perbedaan. Mereka yang punya kepentingan kemudian menafsirkan kebebasan sebagai sekedar bebas memilih di antara pilihan-pilihan yang telah disediakan. Padahal sejatinya, kebebasan juga termasuk hak untuk memilih di luar pilihan yang tersedia.  Kebebasan memilih hanya didalam pilihan-pilihan yang telah disediakan pada hakekatnya tak lain adalah pemasungan yang disamarkan. Baca selanjutnya…

%d blogger menyukai ini: