Archive

Archive for the ‘Cyberspace’ Category

Hidup di Jagad Cyber (Versi Agak Serius)

by: Husnul Muttaqin

(Ini versi agak serius dari tulisan Hidup di Jagad Cyber. InsyaAllah akan ada tiga versi: Versi guyonan, versi agak serius dan versi serius. hehehehe.)

Sebetulnya dunia ini tidak hanya satu tapi banyak. Ada dunia nyata, ada dunia mimpi, dunia hayalan, dunia panggung, dunia maya dan lain-lain. Selama ini yang kita anggap sebagai dunia yang sebenarnya hanya dunia nyata. Tapi perkembangan internet memunculkan dunia lain yang kita alami dengan cara yang tak kalah nyata dengan dunia nyata. Realitas yang ditawarkan dunia cyberspace tampak bagi kita sebagai realitas yang begitu nyata, bahkan tak jarang kita rasakan lebih nyata dari kenyataan sekalipun. Ada orang yang merasa lebih hidup ketika dia sedang menjalani aktifitasnya di jagad cyberspace. Baca selanjutnya…

Facebook Sejuta Rasa (Hidup di Jagad Cyber: Versi Guyonan)

Desember 18, 2010 2 komentar

by: Husnul Muttaqin

(Ini versi guyonan dari tulisan Hidup di Jagad Cyber. InsyaAllah akan ada tiga versi: Versi guyonan, versi agak serius dan versi serius. hehehehe.)

Perilaku orang di facebook itu macam-macam. Ada yang paling demen berpuisi. Ada yang suka curhat tentang kegundahan hatinya. Ada yang selalu terbayang dengan facebook, sampai-sampai saat sholat pun komentar teman-temannya di facebook masih terngiang-ngiang. Baca selanjutnya…

Fikih Era Cyberspace

by. Husnul Muttaqin

Dimuat dalam Jurnal Hukum Islam, Vol. 01, No. 01, Maret 2009, Kopertais IV Surabaya, dengan judul Urgensi Pembaharuan Fiqh Era Cyberspace. Sebetulnya ditulis saat rame-ramenya fatwa facebook, cuma baru terbit sekarang, jadi agak kadaluarsa. 🙂

Pendahuluan

Beberapa waktu yang lalu muncul fatwa tentang Facebook. Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMPP) se-Jawa Timur mengharamkan penggunaan jejaring sosial seperti friendster dan facebook yang berlebihan. Berlebihan itu antara lain jika penggunaannya  menjurus pada perbuatan mesum dan yang tidak bermanfaat.[1] Tak ayal, fatwa keharaman facebook memicu kontroversi di media. Kontroversi terjadi karena, selain facebook sudah menjadi ikon baru persahabatan di dunia maya yang membuat jutaan penggunanya keranjingan, juga karena distorsi informasi oleh media yang cenderung hanya menekankan pada statemen keharaman facebook dan menghilangkan syarat ‘jika digunakan secara berlebihan’.

Munculnya kontroversi seputar fatwa Facebook sebetulnya semakin mempertegas kebutuhan reinterpretasi atas tafsir-tafsir agama sehingga dapat menjawab tantangan masa kini. Agama mau tidak mau harus terlibat dalam upaya menjelaskan dan mendefinisikan dunia yang terus berubah dengan sangat cepat. Baca selanjutnya…

%d blogger menyukai ini: